Sejarah Desa

SEJARAH DESA KOLOR

 Di Kabupaten Sumenep, khususnya di Kec. Kota Sumenep banyak masyarakat mengetahui termasuk sesepuh Desa Kolor sendiri bahwasanya asal mula nama Desa Kolor diambil dari peperangan antara Raja Sumenep yaitu Jokotole dengan Dempo Abang raja dari Bali sekitar tahun 1312  diketahui bahwasanya Pangeran Jokotole memiliki Kuda yang sangat sakti bernama Kuda Sumekar sedangkan Dempo Abang Raja dari Bali memiliki Perahu yang bisa terbang.

Setelah terjadi peperangan antara Pangeran Jokotole dengan Dempo Abang yang dimenangkan oleh Pangeran Jokotole dan perahu Dempo Abang di lempar ke suatu daerah, karena tali / tampar perahu dempo abang sangat pendek dan tidak sampai ke bibir pantai maka tali tersebut disambung atau istilah bahasa sumenep-nya (E OLOR), agar bisa sampai ke laut. dan dijadikanlah nama daerah tersebut dengan nama Desa KOLOR.

Di desa kolor terdapat lima kampung/dusun yaitu :

1.  Kampung manggaling,

2. Kampung Kebbhun,

3.  Kampung Kotthe,

4.  Kampung Gudang,

5.  Kampung Labeng Seng.

Menurut cerita Rakyat Desa Kolor asal mula kampung manggaling diambil dari nama rumput yang tumbuh didaerah tersebut, rumput ini sejenis rumput ilalang/rumput gajah yang sangat berkhasiat bisa menyembuhkan penyakit ayan, kolera, lepra dll. Sehingga daerah tersebut dinamakan kampung manggaling. Yang kedua yaitu Kampung Kebhun asal mula nama tersebut berasal dari daerah yang banyak pohon Kelapa, karena dengan banyaknya pohon Kelapa tersebut sehingga dijadikan Kebhun Kelapa oleh Kolonial Belanda, dan sampai saat ini daerah tersebut dinamakan kampung kebhun. Yang ketiga yaitu Kampung Kothe yang asal mula nama tersebut diambil dari kisah seorang penjual tahu dimana setiap hari tahu tersebut habis terjual tanpa sisa atau istilah bahasa sumenep-nya yaitu obus tadek sakale(Kothe).

Yang keempat yaitu kampung Gudang dimana nama tersebut diambil pada saat jaman Kolonial Belanda yaitu daerah tersebut dijadikan tempat/ gudang penyimpanan minyak tanah yang akan dibagikan ke rakyat, yang terakhir yaitu  kampung labeng Seng, menurut cerita Rakyat Desa Kolor dahulu pada saat jaman belanda daerah tersebut dijadikan padepokan/perguruan pencak silat, dimana gapura/pintu masuk padepokan tersebut terbuat dari bahan kayu dan seng, inilah asal mula dari kelima nama Kampung yang ada di Desa Kolor.

Perlu diketahui bahwa Desa Kolor dengan berjalannya waktu telah melewati beberapa kepemimpinan sebagai berikut :

1.  KIAI SAPON

2. KIAI MUSYAFFAK

3. KIAI ABDULLAH

4. ABD. AZIS (1975 sampai 1991)

5. H. MOH. ZAINI (1991 sampai  2007 )

6. NOVANDRI PRASETIAWAN,A.Md ( 2007 sampai sekarang).

Dengan telan melewati beberapa Kepemimpinan Desa Kolor saat ini berkembang sangat pesat, mulai dari Pembangunan Infrastruktur, Pembangunan Sumber Daya Manusia, dan Pembangunan - pembangunan lain yang berpihak pada Kepentingan Rakyat (Dokdes Kolor).